Loly Suhenti: "Medsos Humas Sebagai Ruang Belajar, Mendengar dan Bertemu dengan Masyarakat"
|
Situbondo - Cangkrukan Demokrasi: Reorientasi Kehumasan dari Publikasi Kelembagaan Menuju Komunikasi Berdampak" diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Jawa Timur melalui zoom metting. Bawaslu Sitibondo, diwakili langsung oleh Dini Meilia Meiranda selaku Kordiv Pencegahan, Parmas, dan Humas, serta Fitriyanto selaku Kordiv Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi beserta seluruh staf pengampu.
Hadir Anggota Bawaslu Republik Indonesia, Lolly Suhenty sebagai keynote speech sekaligus membuka acara tersebut. Lolly menyampaikan bahwa media sosial Bawaslu tidak boleh sekadar menjadi etalase kegiatan lembaga, melainkan harus dihidupkan sebagai ruang belajar, ruang mendengar, dan ruang bertemu dengan masyarakat. Oleh karena itu, cara bercerita (storytelling) dan pengemasan pesan harus disesuaikan dengan karakter ragam masyarakat setempat, khususnya di Jawa Timur, meski standar nilai dan substansi tetap sama.
Ia juga menginstruksikan seluruh jajaran Humas Bawaslu agar merombak komposisi konten publikasinya, yaitu 80-90 persen di dominasi oleh konten edukasi dan informasi substantif dan sisanya sebesar 10-20 persen di isi dengan konten seremonial.
"Kehumasan ini tidaklah cukup hanya memberitakan kegiatan Bawaslu. Konten kita harus menjawab apa yang perlu diketahui masyarakat. Jadikan masa non-tahapan ini sebagai momentum membangun kepercayaan dan kedekatan publik sebelum mereka benar-benar membutuhkan peran Bawaslu saat tahapan bergulir," tegas Lolly, Kamis (08/10/2026).
Sedangkan dalam pelaksanaan evaluasi humas, Loly meminta agar berpijak pada data publikasi untuk memitigasi cara kerja, guna memastikan informasi semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat dan mampu mendorong pengawasan partisipatif.
Penulis : Dini Meilia Meiranda
Foto : Istifani Syarif