Lompat ke isi utama

Berita

Kordiv Humas dan Datin Bawaslu Jatim Pinta Tiga Perubahan Krusial, Apa Saja?

humas bawaslu situbondo

Sambutan disampaikan oleh Ibu Dwi Endah Prasetyowati selaku Koordinator Divisi Humas dan Datin Bawaslu Provinsi Jawa Timur

Situbondo- Pada pembukaan forum diskusi virtual "Cangkrukan Demokrasi" pada Kamis (08/10/2026) yang diikuti oleh seluruh Bawaslu se-Jawa Timur, Dwi Endah Prasetyowati Koordinator Divisi Humas dan Datin Bawaslu Provinsi Jawa Timur menyampaikan saat ini masyarakat rentan mengalami kejenuhan informasi, sehingga Bawaslu perlu menghindari pola komunikasi yang terlalu kaku dan formal.

Sehingga salah satu tolok ukur dari keberhasilan kerja kehumasan Bawaslu tidak lagi cukup diukur  dari jumlah posting konten, rilis, maupun pemberitaan. Keberhasilan humas dapat terlihat dari informasi yang disampaikan tersebut didengar, dipahami, dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Untuk itulah Dwi Endah menegaskan perlunya tiga perubahan krusial dalam orientasi kehumasan lembaga. Pertama, beralih dari sekadar berbicara tentang lembaga menjadi berbicara tentang kebutuhan masyarakat. Kedua, humas harus bertransformasi dari sekadar 'tukang posting' menjadi seorang kurator narasi dan informasi. Ketiga, fungsi kehumasan tidak boleh lagi dipandang sebagai tugas satu divisi saja, melainkan harus menjadi gerakan kolaboratif seluruh unsur lembaga.

"Melalui forum yang mengambil inspirasi dari budaya Jawa Timur ini, kita tidak hanya membahas persoalan internal divisi, tapi kita menargetkan komitmen bersama dalam membangun model komunikasi Bawaslu yang lebih empatik, relevan, dan berdampak," kata Endah.

Bawaslu Situbondo  yang diwakili oleh Kordiv Pencegahan, Parmas, dan Humas, Dini Meilia Meiranda, bersama Kordiv Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi, Fitriyanto, serta  staf pengampu turut hadir secara daring, juga berkomitmen untuk  mengawal transformasi kehumasan yang berdampak bagi masyarakat.

Penulis : Dini Meilia Meiranda

Foto : Istifani Syarif