Lompat ke isi utama

Berita

KONSOLIDASI DEMOKRASI: PEMILIH CERDAS UNTUK PEMILU CERDAS DAN MENOLAK POLITIK UANG

humas

Konsolidasi Demokrasi dilakukan bersama Paguyuban Wali Murid KB Melati Kecamatan Jatibanteng

Situbondo– Dalam upaya memperkuat kualitas demokrasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat sebagai pemilih yang berintegritas, Bawaslu Situbondo melaksanakan kegiatan Konsolidasi Demokrasi dengan tema "Pemilih Cerdas untuk Pemilu Berkualitas, Tolak Politik Uang" bersama Paguyuban Wali Murid KB Melati, Kecamatan Jatibanteng, pada Rabu (13/5/2026).

Kegiatan ini bertujuan memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, khususnya para wali murid, agar memahami pentingnya menggunakan hak pilih secara cerdas, rasional, dan bertanggung jawab. Peserta diajak untuk memilih berdasarkan rekam jejak, visi, misi, serta program kerja calon, bukan karena iming-iming uang, barang, atau bentuk pemberian lainnya.

Dalam penyampaian materi Dini Meilia Meiranda, Anggota Bawaslu Situbondo menjelaskan bahwa praktik politik uang merupakan salah satu ancaman serius bagi terwujudnya demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas. Politik uang tidak hanya melanggar nilai-nilai demokrasi, tetapi juga berpotensi melahirkan pemimpin yang tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat. Oleh karena itu, setiap warga negara memiliki peran penting dalam menolak segala bentuk praktik politik uang demi mewujudkan pemilu yang berkualitas.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab mengenai peran masyarakat dalam mengawal proses demokrasi. Para peserta menyampaikan komitmennya untuk menjadi pemilih yang cerdas, menjaga integritas pemilu, serta turut mengedukasi keluarga dan lingkungan sekitar agar tidak mudah terpengaruh oleh praktik politik uang.

Melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi ini diharapkan kesadaran politik masyarakat semakin meningkat, sehingga mampu berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan pemilu secara bertanggung jawab. Dengan semangat menolak politik uang dan mengedepankan pilihan berdasarkan hati nurani, diharapkan dapat terwujud pemilu yang demokratis, berkualitas, serta menghasilkan pemimpin yang amanah dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

Penulis : Dini Meilia Meiranda