Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Situbondo Ajak PMII Perkuat Konsolidasi Demokrasi melalui Pelatihan Kader

humas

Konsolidasi Demokrasi dilaksanakan dalam kegiatan Pelatihan Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)

Situbondo- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Situbondo mendorong organisasi kemahasiswaan untuk mengambil peran aktif dalam memperkuat konsolidasi demokrasi. Hal tersebut disampaikan Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Situbondo, Zekkiuddin, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pelatihan Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Dalam kegiatan yang digelar di Hotel Sidomuncul 2 Pasir Putih, Senin (8/6/2026), Zekkiuddin menyampaikan materi bertajuk Strategic Planning dan Strategic Management Menghadapi Tantangan Sosial Politik Mutakhir. Kegiatan tersebut diikuti oleh 20 kader PMII dengan tujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsolidasi demokrasi serta memperkuat keterlibatan generasi muda dalam membangun demokrasi yang berintegritas melalui pendidikan politik dan pengawasan partisipatif.

Dalam pemaparannya, Zekkiuddin menjelaskan bahwa konsolidasi demokrasi merupakan proses penting dalam menjaga sekaligus meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Situbondo. Menurutnya, demokrasi masih menghadapi berbagai tantangan yang perlu direspons bersama, baik dari aspek struktural maupun kultural.

Ia menyebutkan, tantangan struktural di antaranya berupa potensi intervensi kekuasaan dalam proses penyelenggaraan pemilu dan pemilihan, regulasi yang belum sepenuhnya mampu mengikuti perkembangan persoalan kepemiluan, serta masih adanya persoalan terkait integritas dan independensi oknum penyelenggara pemilu.

Sementara itu, dari sisi kultural, demokrasi masih dihadapkan pada sejumlah persoalan seperti praktik politik uang, politik primordial, rendahnya rasionalitas pemilih, hingga budaya feodalisme politik yang masih berkembang di sebagian masyarakat.

"Penguatan demokrasi tidak dapat dilakukan oleh penyelenggara pemilu semata. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemahasiswaan seperti PMII, untuk berperan aktif dalam pendidikan politik dan pengawasan partisipatif," ujar Zekkiuddin.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai dinamika sistem demokrasi, tantangan dalam penyelenggaraan pemilu dan pemilihan, serta pentingnya membangun kesadaran politik masyarakat. Para kader juga didorong untuk menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi politik dan mencegah potensi pelanggaran pemilu maupun pemilihan di lingkungan masing-masing.

Kegiatan pelatihan kader ini menjadi salah satu langkah Bawaslu Kabupaten Situbondo dalam memperkuat sinergi dengan organisasi kemahasiswaan sebagai mitra strategis dalam mewujudkan pengawasan partisipatif dan demokrasi yang lebih berkualitas.

Penulis : Siti Aisyatur Rodiah

Editor : Dini Meilia Meiranda